Category: Berita Utama

  • Tinjau Ancol, Kapolda Metro Jaya pastikan pengamanan berjalan maksimal

    LONJAKAN 177 PERSEN PENGUNJUNG ANCOL, KAPOLDA METRO JAYA PASTIKAN PENGAMANAN BERJALAN MAKSIMAL

    JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri melakukan peninjauan langsung ke kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Senin (23/3/2026). Langkah ini diambil guna merespons lonjakan signifikan jumlah wisatawan pada hari kedua Idul Fitri (Minggu), di mana kawasan pantai ini menjadi magnet utama warga untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

    Berdasarkan data hasil pengecekan, kunjungan ke Ancol pada hari Minggu menembus angka 53.824 orang, atau mengalami lonjakan drastis sebesar 177 persen. Menanggapi fenomena ini, Kapolda menginstruksikan penebalan pengamanan di titik-titik rawan kerumunan, seperti area bibir pantai dan pintu masuk utama, guna mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas maupun potensi kecelakaan air.

    Kunjungan ini merupakan bagian dari kesiapan Operasi Ketupat Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Dalam operasi besar ini, Polda Metro Jaya menyiagakan 6.812 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Daerah DKI Jakarta, dan Potensi Masyarakat. Selain personel, disiapkan pula 95 pos yang terdiri dari 68 Pos Pengamanan, 22 Pos Pelayanan, dan 5 Pos Terpadu.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan bahwa peninjauan Kapolda merupakan bentuk komitmen pimpinan untuk memastikan pelayanan kepolisian hadir secara nyata. “Bapak Kapolda meninjau Ancol karena prediksinya kawasan ini akan terus ramai. Peninjauan ini untuk memastikan seluruh personel dalam kondisi sehat dan prima, pola pengamanan, dan pelayanan telah disiapkan dengan baik agar masyarakat merasa aman,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

    Selain pengamanan fisik, petugas juga menyiapkan langkah antisipatif berupa rekayasa lalu lintas dan patroli Tim Urai di akses menuju Jakarta Utara. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemacetan panjang yang dapat mengganggu kenyamanan wisatawan yang masuk maupun keluar area Ancol.

    Kombes Pol. Budi Hermanto menambahkan bahwa optimalisasi layanan Polri 110 tetap menjadi garda terdepan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat. Dengan pengamanan yang terintegrasi, diharapkan liburan di kawasan pesisir ini dapat berlangsung aman dan tertib bagi seluruh warga Jakarta dan sekitarnya.

  • Pastikan Lebaran Aman, Polresta Banyuwangi bersama Forkopimda Musnahkan Ribuan Miras dan Knalpot Brong Hasil Ops Pekat Semeru 2026 serta Cipta Kondisi

    Narasi Media : Pastikan Lebaran Aman, Polresta Banyuwangi bersama Forkopimda Musnahkan Ribuan Miras dan Knalpot Brong Hasil Ops Pekat Semeru 2026 serta Cipta Kondisi

    BANYUWANGI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi mempertegas komitmennya dalam menjaga kesucian bulan Ramadhan dan kenyamanan mudik Lebaran melalui rilis hasil Operasi Pekat Semeru 2026 serta upaya Cipta Kondisi menjelang libur panjang Idulfitri 1447 H. Dalam kegiatan yang digelar pada Kamis (12/03/2026), Polresta Banyuwangi memaparkan keberhasilan mengungkap puluhan kasus kriminalitas sekaligus melakukan pemusnahan barang bukti skala besar.

    Operasi yang berlangsung selama 12 hari (25 Februari – 8 Maret 2026) ini bertujuan untuk memberantas segala bentuk penyakit masyarakat agar situasi keamanan dan ketertiban (sitkamtibmas) tetap kondusif. Hasilnya sangat signifikan, yakni pengungkapan 59 Laporan Polisi (LP) dengan total 61 tersangka.

    Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., didampingi oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Banyuwangi dan instansi terkait, memimpin langsung prosesi pemusnahan barang bukti yang menjadi atensi publik.

    “Operasi Pekat dan upaya Cipta Kondisi ini kami lakukan agar masyarakat Banyuwangi dapat menjalankan ibadah serta merayakan libur Idulfitri dengan rasa aman. Kami tidak ingin ada gangguan dari peredaran miras, narkoba, maupun aksi kriminalitas lainnya yang meresahkan,” tegas Kapolresta Banyuwangi.

    Berdasarkan data, rincian kasus yang berhasil diungkap meliputi:

    1. Minuman Keras Ilegal/Oplosan: 23 laporan dengan 23 tersangka.
    2. Perjudian: 19 laporan dengan 19 tersangka.
    3. Narkoba dan Okerbaya: 15 laporan dengan 16 tersangka.
    4. Premanisme : 1 laporan dengan 2 tersangka.
    5. Prostitusi : 1 laporan dengan 1 tersangka.

    Barang bukti yang dimusnahkan dalam momen tersebut sangat masif, di antaranya 15.668 liter miras jenis arak dan 1.080 botol miras bermerek. Selain itu, turut dimusnahkan puluhan knalpot brong hasil penertiban lalu lintas, yang selama ini menjadi keluhan utama warga karena suara bising yang mengganggu ketenangan lingkungan.

    Sinergi antara Polri dan pemerintah daerah terlihat jelas saat jajaran Forkopimda ikut serta secara simbolis dalam pemusnahan miras dan pemotongan knalpot brong. Langkah ini merupakan bentuk dukungan penuh stakeholder Banyuwangi terhadap langkah tegas kepolisian.

    Di sisi lain, dari tangan para pelaku narkoba, petugas menyita 203 paket sabu (berat bersih 62,84 gram), 1 paket ekstasi berisi 2 butir, serta 8.361 butir pil Trihexyphenidyl. Polisi juga mengamankan aset pendukung kejahatan berupa 32 unit ponsel, 5 unit sepeda motor, 1 unit mobil Toyota Kijang Innova, uang tunai senilai Rp3.793.000,-, 1 baju warna hitam IPSI, dan 286 barang bukti lainnya.

    “Cipta Kondisi ini akan terus berlanjut melalui Operasi Ketupat Semeru untuk mengawal arus mudik. Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi penyakit masyarakat dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing demi Idulfitri yang penuh berkah,” pungkas Kapolresta Banyuwangi. (*)

  • Seskab Teddy di Garis Depan Hadapi Kritik Publik

    Seskab Teddy di Garis Depan Hadapi Kritik Publik

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan pers di Pangkalan Angkatan Udara Galeao, Rio de Janeiro, Senin (7/7/2025).

    Foto: BPMI Setpres

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan pers di Pangkalan Angkatan Udara Galeao, Rio de Janeiro, Senin (7/7/2025).

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sering berada di garis depan saat banyak kalangan justru mengambil jarak dari polemik kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Ia dianggap berani ‘pasang badan’ ketika kritik publik menerpa.

    Langkah yang diambil Teddy, ujar pengamat komunikasi politik dan Direktur ksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara memperlihatkan keberanian sekaligus konsistensi menjalankan fungsi Seskab sebagai penghubung antara Presiden dan publik.

    ‘’Seskab mampu menjalankan fungsinya sebagai mediator kebijakan Presiden ke masyarakat. Itu diapresiasi publik,’’ katanya, Senin (9/3/2026). Teddy, jelas dia, kerap tampil ketika muncul berbagai kritik terkait kebijakan pemerintah.

    Contohnya, soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Igor, Teddy mampu memberikan penjelasan kepada publik dengan baik. Baginya, langkah Teddy ini merupakan keberanian. Berdiri di ruang publik pada saat pemerintah menjadi target kritik.

    “Kehadiran Seskab yang menjelaskan langsung perspektif Presiden membantu publik memahami tujuan kebijakan dengan utuh,” katanya menegaskan.

    Dalam konteks ini, komunikasi Teddy terhadap publik bukan sekadar membela administrasi pemerintahan. Lebih jauh, jelas Igor, Teddy menjaga agar visi besar Presiden tidak terdistorsi berbagai narasi yang berkembang di ruang publik.

    Teddy pun ia anggap memahami arah kebijakan dan prioritas Presiden sehingga penjelasannya menjadi salah satu rujukan penting dalam memahami posisi resmi pemerintah. Peran Teddy ini penting agar masyarakat tahu gambaran utuh kebijakan Presiden.

    Kehadiran Teddy sebagai sosok yang selalu memberikan penjelasan atas visi Presiden, dibutuhkan dalam pemerintahan modern seperti sekarang ini. ‘’Tidak semua pejabat bersedia mengambil peran komunikasi di tengah tekanan kritik publik,’’ ujar Igor.

    Igor menyebut, kehadiran Seskab memaparkan penjelasan soal kebijakan pemerintah, ia pandang sebagai bagian untuk meningkatkan transparansi pemerintah.

    Komunikasi aktif yang dilakukan Teddy, jelas dia, menggambarkan Seskab tak hanya menjalankan fungsi administratif pemerintahan, juga memainkan peran strategis dalam memastikan pesan dan visi Presiden tersampaikan secara jelas kepada masyarakat.

  • Seskab Teddy Dinilai Berani Pasang Badan Jelaskan Kebijakan Presiden Prabowo

    Seskab Teddy Dinilai Berani Pasang Badan Jelaskan Kebijakan Presiden Prabowo


    Peran Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dinilai semakin menonjol di tengah derasnya kritik publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah pengamat menilai Teddy tampil di garis depan untuk menjelaskan arah kebijakan pemerintah sekaligus menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dari masyarakat.

    Pengamat komunikasi politik sekaligus Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, menyebut Teddy menunjukkan keberanian politik dengan tidak mengambil jarak dari polemik kebijakan. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan fungsi strategis Seskab sebagai penghubung antara Presiden dan publik, terutama saat muncul perdebatan tajam di ruang publik.

    Igor mencontohkan ketika program Makan Bergizi Gratis menjadi sorotan publik. Dalam situasi tersebut, Teddy tampil memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat mengenai tujuan dan arah kebijakan pemerintah. Sikap ini dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman sekaligus menjaga agar visi Presiden tidak terdistorsi oleh berbagai narasi yang berkembang.

    Lebih jauh, Igor menilai komunikasi aktif yang dilakukan Teddy mencerminkan peran Seskab tidak hanya sebatas administratif, tetapi juga strategis dalam memastikan pesan kebijakan Presiden tersampaikan secara jelas kepada masyarakat. Di tengah tekanan kritik publik, kehadiran figur yang mampu menjelaskan visi Presiden secara langsung dinilai menjadi elemen penting untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

     

     

  • Polda Metro Jaya Sejukkan Bulan Suci Ramadhan Dengan Kedepankan Pendekatan Humanis Dan Tim Sholawat Dalam Penyampaian Aspirasi

    Polda Metro Jaya Sejukkan Bulan Suci Ramadhan Dengan Kedepankan Pendekatan Humanis Dan Tim Sholawat Dalam Penyampaian Aspirasi

     

    JAKARTA – Pemandangan menyejukkan terlihat dalam pengamanan pelayanan penyampaian aspirasi oleh berbagai elemen masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Rabu (4/3). Memasuki bulan suci Ramadhan, Polda Metro Jaya menerapkan pola pengamanan progresif yang jauh dari kesan kaku. Alih-alih barikade yang intimidatif, para personel yang bertugas tampil religius dengan mengenakan peci dan syal bagi polisi laki-laki, serta jilbab bagi Polwan, sebagai bentuk penghormatan terhadap kekhidmatan bulan puasa.

    Langkah inovatif ini diperkuat dengan hadirnya Tim Sholawat Polda Metro Jaya yang bertugas sebagai tim negosiator di garda terdepan. Dialog persuasif yang dibawakan oleh tim negosiator ini menggantikan instruksi-instruksi keras, menciptakan atmosfer dialogis yang tenang antara aparat dan massa aksi. Pendekatan ini merupakan wujud nyata instruksi Kapolda Metro Jaya untuk senantiasa mengedepankan perlindungan, sisi humanis, serta penghormatan tinggi terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dalam setiap giat pelayanan masyarakat.

     

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa prosedur pengamanan hari ini dilakukan dengan standar keselamatan ketat namun tetap lembut secara persuasif. Seluruh personel yang terlibat dipastikan tidak diperbolehkan membawa senjata api (senpi) maupun peluru tajam. Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh warga negara yang sedang menunaikan hak konstitusionalnya di muka umum.

    “Penyampaian aspirasi adalah hak konstitusi seluruh elemen masyarakat yang dijamin oleh Undang-Undang. Namun, karena saat ini kita berada di bulan suci Ramadhan, kami mengharapkan suasana yang lebih sejuk, damai penuh toleransi. Kami menerjunkan personel dengan atribut religi dan tim sholawat agar komunikasi dengan massa aksi terjalin lebih harmonis dan tetap dalam koridor saling menghormati,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (4/3).

    Polda Metro Jaya juga terus memberikan imbauan secara persuasif agar peserta aksi tetap tertib dalam menyampaikan poin-poin aspirasinya. Pihak kepolisian menitipkan pesan agar massa tetap menjaga fasilitas umum serta menghormati hak-hak pengguna jalan lainnya yang tengah menjalankan ibadah puasa. Kolaborasi antara kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi dan pelayanan humanis dari Polri terbukti mampu menjaga situasi tetap kondusif tanpa gesekan berarti.

    Pelayanan pengamanan berbasis religi tersebut mendapat apresiasi positif karena dinilai efektif menurunkan tensi ketegangan di lapangan. Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan bahwa pola pengamanan progresif ini akan terus dipertahankan sebagai standar pelayanan Polda Metro Jaya dalam mengawal demokrasi yang sehat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.

  • Apresiasi Dari Polda Metro Jaya untuk Mahasiswa: Menjaga Aspirasi Tetap Damai dan Bermartabat di Jakarta

     

    Apresiasi Dari Polda Metro Jaya untuk Mahasiswa: Menjaga Aspirasi Tetap Damai dan Bermartabat di Jakarta

    Polda Metro Jaya menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi di Jakarta dengan cara yang aman, tertib, dan damai. Penyampaian pendapat di ruang publik merupakan bagian dari dinamika kehidupan demokratis, dan kedewasaan yang ditunjukkan para mahasiswa menjadi cerminan bahwa aspirasi dapat disuarakan secara santun serta bertanggung jawab.

    Dalam prosesnya, dinamika di lapangan tentu tidak dapat dihindari. Namun, semangat untuk tetap menjaga ketertiban bersama menunjukkan komitmen semua pihak dalam menciptakan suasana yang kondusif. Sikap saling menghargai antara peserta kegiatan dan aparat yang bertugas menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.

    Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bersama. Peran tersebut dijalankan dengan mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan persuasif, sehingga setiap kegiatan dapat berlangsung tanpa mengganggu kepentingan umum.

    Momentum ini memberikan pelajaran berharga bahwa kesabaran, komunikasi yang baik, dan rasa tanggung jawab merupakan fondasi penting dalam menjaga harmoni di ruang publik. Ketika aspirasi disampaikan dengan cara yang bermartabat, maka pesan yang ingin disuarakan dapat diterima dengan lebih baik dan tetap menjaga ketenangan bersama.
    Ke depan, semangat kebersamaan ini diharapkan terus terjaga. Jakarta sebagai ibu kota memiliki dinamika yang tinggi, sehingga kolaborasi antara masyarakat, mahasiswa, dan aparat menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan penuh rasa saling menghormati.

    #PoldaMetroJaya
    #PolriUntukMasyarakat
    #JagaJakarta
    #AspirasiDamai

  • Polda Metro Jaya Tekan Angka Tawuran di Jakarta

    Polda Metro Jaya Tekan Angka Tawuran di Jakarta

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (SinPo.id/Firdausi)

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (SinPo.id/Firdausi)

    Polda Metro Jaya Tekan Angka Tawuran di Jakarta

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, satgas anti tawuran yang dibentuk Kapolda Metro Jaya sejak periode 12 Februari berhasil menekan angka tawuran di wilayah Jakarta dan mencegah munculnya korban jiwa.

    “Sepanjang periode 12 hingga 23 Februari 2026, petugas secara intensif menyisir titik-titik rawan. Terbukti efektif dalam memetakan potensi gangguan keamanan sebelum pecah menjadi konflik fisik di jalanan,” kata Budi kepada wartawan, Selasa, 24 Februari 2026.

    Menurut Budi, selama masa kerja, satgas telah berhasil mencegah terjadi tawuran di sejumlah wilayah di Jakarta dan mengamankan beberapa remaja.

    “Kami menyita sejumlah barang bukti senjata tajam. Saat ini para pelaku telah diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

    Keberhasilan anggota, kata Budi, tak terlepas dari keterlibatan aktif warga dan para tokoh, sehingga gerakan satgas ini membuahkan hasil positif.

    “Ini menjadi tonggak penting dalam menyatukan visi antara aparat penegak hukum dan warga demi keamanan lingkungan,” terangnya.

    Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri membentuk satuan tugas (satgas) anti tawuran setelah menggelar Apel Kamtibmas beberapa waktu lalu. Satgas ini terdiri dari anggota Brimob, Sabhara, hingga melibatkan sejumlah elemen masyarakat.

  • Apel Siaga Kamtibmas Sambut Ramadhan Dan Jaga Ibukota Jakarta

    Apel Siaga Kamtibmas Sambut Ramadhan Dan Jaga Ibukota Jakarta

    Apel Siaga Kamtibmas Sambut Ramadhan, Perkuat Sinergitas Polri dan Elemen Masyarakat Jaga Keamanan Ibu Kota

    Example 468x60

    Jakarta, Kicaunews.com -Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H, jajaran kepolisian melaksanakan kegiatan Apel Siaga Kamtibmas yang berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya. Kegiatan ini mengusung tema “Jaga Ibukota Jakarta untuk Indonesia” sebagai bentuk kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif menjelang bulan suci.

    Apel siaga tersebut dipimpin langsung oleh Irjen Pol Asep Edi Suheri dan dihadiri Wakapolda Metro Jaya, Pejabat Utama Polda Metro Jaya, para Kapolres jajaran, serta melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti Potmas, organisasi kemasyarakatan, ojek online, nelayan, Saka Bhayangkara, pelajar, dan Pramuka. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas elemen dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadhan.

    Dari jajaran Polres Tangerang Selatan, kegiatan diikuti oleh Kasat Binmas AKP Warno bersama para Kanit Binmas dan Kanit Intel yang mendampingi massa Potensi Masyarakat wilayah Tangerang Selatan. Kehadiran unsur masyarakat tersebut menjadi simbol kuatnya sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman serta memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadhan.

    Sementara itu, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan Apel Siaga Kamtibmas merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga memerlukan dukungan serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. “Melalui sinergitas dan kebersamaan, kami optimis situasi kamtibmas khususnya menjelang Ramadhan dapat terus terjaga dengan baik,” ujarnya.

    Kegiatan Apel Siaga Kamtibmas ini menjadi wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memastikan wilayah tetap aman, tertib, dan kondusif. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan seluruh unsur masyarakat dapat terus berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan sehingga pelaksanaan ibadah Ramadhan dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh kedamaian.